Gua Mampu Bone dan Kisah Kampung Yang Dikutuk Jadi Batu

  • Bagikan
legenda gua mampu kabupaten bone sulawesi selatan
Gua Mampu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, selain menyuguhkan keindahan panorama alam juga menyimpan kisah legenda panjang/Foto: Istimewa.

SULAWESI SELATAN, INDOtayang.COM–Gua Mampu berlokasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyimpan kisah legenda satu kampung yang dikutuk menjadi batu.

Objek wisata alam ini berada di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, berjarak 60 km dari Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, atau sekitar 140 km dari Kota Makassar.

Seperti umumnya gua-gua kapur yang banyak ditemukan di Sulawesi Selatan, gua ini dihiasi dengan stalagmit dan stalagtit yang unik. Gua ini juga bertingkat.

Rongga-rongga kapur ditemukan saling bersusun memanjakan pengunjung yang ingin bereksplorasi di dalam gua.

Legenda Gua Mampu

Gua Mampu, dengan segala keindahannya ternyata menyimpan kisah legenda pilu pada masa lampau. Betapa tidak, menurut cerita rakyat di sana, gua itu tadinya merupakan kampung dari sebuah kerajaan.

Namun atas murka sang raja, dia mengutuk kampung itu menjadi batu.

Berdasarkan legenda yang tertulis di buku Lontara Bugis, tempat wisata ini berawal dari kisah seorang putri raja yang senang menenun.

Gua Mampu menyimpan kisah legenda kampung yang terkutuk/Foto: Istimewa.

Hingga suatu hari ketika si putri raja menenun di teras rumahnya, dirinya menjatuhkan alat bernama walida ke tanah akibat mengantuk.

Karena putri kesayangan raja itu malas untuk mengambilnya, maka sang raja pun bersabda bahwa siapa saja yang beredia mengambil alat tersebut, akan dinikahkan dengan sang putri kesayangannya itu.

Dan ternyata, yang mengambilkan alat tenun jatuh itu adalah seekor anjing yang tidak lain adalah peliharaan sang putri. Mendapati kejadian itu, sontak raja pun murka, lantaran tak bisa menarik lagi janjinya.

Untuk meluapkan amarahnya, si aja pun mengutuk siapapun menjadi batu. Hingga dalam sekejap, kampung tersebut telah berubah menjadi batu.

Dan dari kisah legenda tersebut, masyarakat setempat menyebutnya goa ini sebagai alebborengnge ri Mampu, yang berarti musibah atau malapetaka di Mampu.

Masih berbau mistis

Objek wisata juga menyimpan kisah berkesan mistis yang tak kalah menarik dengan legenda terkutuknya satu kampung menjadi batu.

Di tempat wisata itu terdapat dua kuburan kuno yang bahkan hingga kini belum jelas milik siapa. Letaknya pun tidak berdampingan,  yang mana kuburan pertama terletak  tak jauh dari mulut gua, dan kuburan satunya berada di atas gua.

Sebelum memasuki gua, pengunjung terkena aturan harus membungkuk, kemuadian akan menemukan dua batu yang nantinya harus memukul.

Keanehan pun akan muncul, ketika salah satu batu tersebut terpukul maka akan mengeluarkan bunyi nyaring, yang terdengar serupa layaknya memukul sebuah besi.

Tak hanya berada di pintu masuk gua, di ujung lorongnya pun pengunjung akan menemukan dua batu kembali.

Cerita mistis yang masyarakat sekitas masih mempercayainya, yakni kedua batu tersebut dapat memberikan petunjuk akan adanya bencana alam, ketika kedua ujung batu saling bersentuhan.

Selain memiliki panorama alam yang indah, Gua Mampu juga menyimpan cerita mistis/Foto: Istimewa

Pemandangan dalam gua

Goa Mampu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini selain menyimpan kisah legenda tadi, juga memiliki keindahan panorama alam di dalamnya.

Sebelum pengunung memasuki gua terlalu dalam, akan mendapati stalagtit serta stalagmit yang begitu cantik nan indah.

Namun jika lebih memperhatikan, gua dengan luas sekitar 2000 meter ini memang seperti perkampungan.

Banyak batu yang menyerupai hamparan sawah, manusia, perahu, sebuah gubuk, serta berbagai hewan seperti kuda hingga burung yang tengah bertengger.

Mengetahui bentuknya yang serupa layaknya sebuah perkampungan yng terkutuk, seolah-olah membenarkan legenda yang terkisahkan secara turun temurun tersebut.(Jack)

Melansir dari berbagai sumber

  • Bagikan