OJK Dukung Pembiyaan Petani Lewat Program KUR

  • Bagikan
otoritas jasa keuangan (ojk) bantu pembiayaan petani lewat program kur dengan sistem kluster
KUR berbasis klaster permudah petani akses program pembiyaan/ Foto : Istimewa

SULAWESI.INDO.tayang.COM,– Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dan industri jasa keuangan terus berusaha memperluas akses keuangan bagi petani. Salah satu wujudnya melalui pembentukan ekosistem pembiayaan kredit usaha rakyat ( KUR ) klaster sektor pertanian dan peternakan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Wimboh Santoso mengatakan.

“Bahwa OJK telah menginisiasi KUR berbasis klaster dengan skema value chain management di berbagai daerah di Indonesia.

Oleh sebab itu, Skema KUR klaster ini kita kembangkan untuk mendukung pendanaan kepada seluruh ekosistem secara lengkap dari hulu ke hilir.

“Program ekosistem KUR klaster ini kita harapkan mampu membantu para petani memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran atas hasil pertaniannya,”

kata Wimboh dalam keterangan resmi, Kamis (14/10/2021).

Selain itu, lanjutnya, KUR klaster ini juga dapat membantu pertumbuhan sektor pertanian dengan memiliki produktivitas yang tinggi

Dan mempunyai nilai tambah bagi masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja di daerah serta menjadi salah satu komoditas ekspor.

Seperti di Gorontalo. Wimboh menjelaskan, khusus untuk provinsi itu skema KUR klaster kita terapkan

Untuk pengembangan sektor pertanian padi dan jagung (bohusami ba kobong) serta peternakan sapi (bohusami ba ternak).

“Pelaksanaan skema ini juga kita dukung partisipasi pembiayaan dari beberapa bank dan juga akan bekerja sama dengan beberapa koperasi yang petani miliki,” bebernya.

Hingga September 2021, OJK mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Gorontalo sebesar Rp963,18 miliar.

Selanjutnya, Khusus untuk sektor pertanian tercatat sebesar Rp261,92 miliar yang diterima oleh 10.498 debitur.

Pada kesempatan yang sama, Wimboh juga menyerahkan bantuan alat produksi berupa empat unit alat pengering jagung dan padi, serta 14 unit mesin ketinting kepada koperasi petani dan nelayan.

“OJK menargetkan ekosistem pembiayaan program tersebut berbasis klaster sektor pertanian akan terus mereplikasi dan kita kembangkan juga untuk daerah lain sendonesia,” tutupnya (Yan)

Sumber : Sindonews.com

  • Bagikan