Harga Emas Antam Naik Hari ini, Menguat Tipis Diangka Rp1000

  • Bagikan
harga emas logam mulia pt aneka tambang naik
Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) alias Antam berada di level Rp915 ribu per gram pada Senin (18/10) ini. Posisi ini naik Rp 1.000/Foto Karyawati Selfi dengan Emas/Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM– Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) alias Antam berada di level Rp915 ribu per gram pada Senin (18/10) ini. Posisi ini naik Rp1000 dari sebelumnya Rp914 ribu per gram pada Minggu (17/10/2021).

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) sebesar Rp803 ribu per gram. Angkanya sama seperti kemarin.

Berdasarkan data PT Aneka Tambang (Antam), harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp507,5 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,63 juta, 5 gram Rp4,35 juta, 10 gram Rp8,64 juta, 25 gram Rp21,48 juta, dan 50 gram Rp42,89 juta.

Kemudian, harga logam mulia berukuran 100 gram senilai Rp85,71 juta, 250 gram Rp214,01 juta, 500 gram Rp427,82 juta, dan 1 kilogram Rp855,6 juta.

Harga jual emas naik Rp 1000 tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas logam mulia batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan pembeli yang tidak menyertakan NPWP kena potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga logam mulia di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,12 persen menjadi US$1.770,8 per troy ons. Lalu, harga emas di perdagangan spot naik 0,23 persen ke US$1.771,6 per troy ons pada pagi ini.

Pengamat Komoditas Ariston Tjendra menyebut pergerakan harga logam mulia masih dipengaruhi kebijakan tapering off oleh The Fed. Pasar memproyeksi bank sentral AS akan mempercepat kebijakan tapering seiring dengan membaiknya data-data ekonomi negara tersebut.

“Data ekonomi AS yang membaik akan mendukung ekspektasi tapering dan sebaliknya. Tapering mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ancaman perlambatan ekonomi global

Salah satu data ekonomi AS yang baru rilis adalah data penjualan ritel periode September 2021. Data tersebut menunjukkan angka yang lebih baik dari sebelumnya.

Ariston menyebut realisasi data penjualan ritel AS juga mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS. Kenaikan yield ini akan memperkuat The Fed untuk melakukan tapering off.

Di sisi lain, Ariston menyebut ancaman perlambatan ekonomi global bisa membuat harga logam mulia menguat. Ia mengatakan China akan merilis data pertumbuhan ekonomi pagi ini.

“Bila PDB China di bawah ekspektasi pasar, harga emas bisa menguat, begitu juga sebaliknya,” kata Ariston.

Ia memproyeksi harga logam mulia internasional bergerak dalam rentang support US$1.750 per troy ons dan resistance US$1.790 per troy ons.(One/Yan)

Sumber : cnnindonesia

  • Bagikan