Kemenhub Masih Merujuk SE Satgas, Prihal Aturan Naik Pesawat

  • Bagikan
kementrian perhubungan (kemenhub) dalam keterangan pers mengatakan untuk aturan syarat perjalanan penumpang pesawat udara selama covid-19 masih merujuk pad se satuan tugas(satgas)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub): Syarat perjalanan penumpang pesawat udara Masih merujuk pada SE Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19/Foto: Istimewa

SULAWESI.INDOtayang.COM,-Kementerian Perhubungan (Kemenhub)mengatakan syarat perjalanan penumpang pesawat udara masih merujuk pada Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Dalam surat edaran tersebut, tes antigen bisa menjadi   syarat perjalanan penumpang pesawat domestik.

Seperti  keterangan, dalam Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19.

Selanjutnya untuk Wilayah Jawa dan Bali menyebutkan syarat pelaku perjalanan domestik adalah dengan menunjukkan PCR (H-2) untuk pesawat udara.

“Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kami sampaikan bahwa selama ini syarat perjalanan penumpang dalam negeri dan internasional selalu merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid 19,” tutur Adita Irawati,

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, dalam siaran pers, Selasa (19/10).

Adita menambahkan hingga saat Kementerian Perhubungan (kemenhub) masih merujuk pada SE Satgas Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transpotasi udara antar kota atau antar kabupaten di dalam wilayah Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukan persyaratan:

1. Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama)

Surat keterangan hasil negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

2. Kartu vaksin (vaksinasi dosis kedua)

surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam

Sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Aturan Tersebut Berlaku Sejak 11 Agustus 2021.

“Kementerian Perhubungan tengah berkoordinasi dengan Satuan Tugas  (Satgas) Penanganan Covid 19 agar dapat terbit Surat Edaran Satgas yang mengakomodir ketentuan baru,”tutur Adita.

Dia menambahkan aturan perjalanan untuk penumpang pesawat bisa saja berubah jika sudah ada ketentuan baru dari Satgas Penanganan Covid-19.

Kementerian Perhubungan memastikan akan melakukan dengan kordinasi pemangku kepentingan, seperti operator penerbangan dan memberikan waktu penyesuaian jika ada perubahan peraturan.

“Jika ada ketentuan yang baru, kami akan mengumumkan secara resmi kepada masyarakat dan akan memberi waktu kepada operator penerbangan dan bandara untuk menyesuaikan dengan ketentuan tersebut,” tuturnya.

Ketentuan bolehnya tes antigen juga tertulis dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 39 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Level 4. Level 3 Dan Level 2 Corona Virus covid-19 wilayah Jawa Dan Bali.

Dalam aturan tersebut tertulis untuk perjalanan dengan pesawat udara antar kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali dapat menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1)

Dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis 1 (Yan).

 

Sumber : katadata.co.id

  • Bagikan