Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Berdampak Positif Bagi Masyarakat

  • Bagikan
pemerintah memberikan insentif bagi pelaku usaha melalui anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan sudah terealisasi sekitar 96 persen
Realisasi insentif Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 96 persen bukti pemerintah mampu mengelola anggaran secara efektif / Gambar Istimewa

SULAWESI.INDOtayang.COM,—  Realisasi insentif usaha Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai 96 persen menunjukkan pemerintah mampu mengelola anggaran secara efektif yang pastinya berdampak positif bagi dunia usaha.

Kebijakan keuangan negara kita rancang fleksibel dan responsif, kita rumuskan dengan tetap memperhatikan sisi akuntabilitas.

Program PEN mencatatkan capaian positif dalam realisasi insentif usaha yakni mencapai Rp60,31 triliun per 15 Oktober 2021, atau setara 96 persen dari pagu sebesari Rp62,83 triliun.

“Pembatasan kegiatan dan pandemi kita ketahui menimbulkan tekanan pada sosial ekonomi bagi masyarakat.

Para pelaku usaha banyak yang berkurang pendapatannya bahkan terpaksa mengalami kebangkrutan.

Pemerintah Memberikan Insentif Untuk Pelaku Usaha

Insentif usaha ini kita harapkan dapat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat khususnya di dunia usaha,

kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, melalui siaran pers yang kita terima Minggu (24/10/2021).

Lebih rinci Menkominfo Johnny menuturkan, insentif ini  pemerintah menyalurkan  untuk membantu para pelaku usaha melonggarkan likuiditas usahanya di tengah pandemi COVID-19.

Selain itu, hal ini kita harapkan mampu memberikan ruang bagi dunia usaha agar pulih lebih cepat.

Dalam penyaluran anggaran tersebut, pemerintah juga memberikan relaksasi dari sisi perpajakan untuk memberikan ruang bagi perusahaan menghadapi tantangan di tengah pandemi COVID-19.

Adapun ragam insentif yang diberikan pemerintah berikut realisasinya antara lain adalah :

Pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 pemerintah yang menanggung (DTP), telah terserap 81.890 pemberi kerja, Insentif PPh final UMKM DTP, sudah terserap 124.209 Usaha Mikro, Kecil, dan Menenangah (UMKM), Pembebasan PPh Pasal 22 impor, telah terasa manfaat 9.490 wajib pajak, bea masuk DTP, Pengurangan angsuran PPh Pasal 2, telah terserap oleh  57.529 wajib pajak,  Restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) kita percepat, Telah terserap oleh  2.419 wajib pajak,  Penurunan tarif PPh badan telah terserap seluruh wajib pajak,  PPN atas sewa unit tenan mal pemerintah yang menanggung.

Guna mendorong konsumsi kelas menengah terdapat insentif lainnya, yakni pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobil) dan PPN DTP untuk rumah.

Insentif PPN DTP rumah telah dimanfaatkan 768 penjual, sedangkan PPnBM DTP mobil oleh 6 penjual.

Dengan membaiknya situasi COVID-19 di tanah air dan peningkatan kegiatan masyarakat

Kita harapkan daya beli daya masyarakat meningkat dan dunia usaha dapat segera bangkit.

Pemerintah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Tentu saja dengan tetap mempertahankan prioritas padaperlindungan kesehatan,” ujar Menkominfo.

Secara umum, per 15 Oktober 2021, realisasi anggaran penanganan COVID-19

Dan juga PEN telah mencapai Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun (Yan).

Sumber : InfoPublik.id

  • Bagikan