Tips Budidaya Hidroponik untuk Pemula Cukup Simple

  • Bagikan
hidroponik
Budidaya tanaman hidroponik kini tengah banyak digemari. Meskipun sudah banyak kita kenal, namun belum semua orang paham cara menanamnya/ Foto : Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM— Budidaya tanaman secara hidroponik kini tengah banyak kita gemari. Meskipun sudah banyak kita kenal, namun belum semua orang paham cara menanam hidroponik. Padahal budidaya tanaman dengan sistem ini tidak sulit. Anda bahkan bisa menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah kita jumpai.

Hidoponik sebenarnya banyak jenisnya. Namun tak semuanya mudah kita praktikan untuk pemula. Sebab modal untuk membuat instalasi hidroponik tidak murah dan perawatan tanamannya juga harus kita lakukan dengan serius.

Bagi Anda yang pemula tidak memiliki pemahaman dasar tentang ilmu pertanian, ada cara mudah untuk membuat hidroponik rumahan cukup sederhana. Yakni dengan menerapkan hirdoponik sistem wick.Berikut  penjelasannya

Hidroponik Sistem Wick

Wick System merupakan cara menanam hidroponik sederhana yang cocok untuk pemula. Dalam website pertanian.go.id, ada penjelasannya bahwa sistem hirdoponik ini kita kenal sebagai sistem pasif. Sebab tidak ada bagian yang bergerak.

Larutan nutrisi kita tarik ke media tanam dengan bantuan sumbu. Biasanya sumbu yang kita gunakan berasal dari kain flanel atau bahan lain yang mudah menyerap air.

Untuk menanam tanaman dengan sistem ini, Anda bisa menggunakan media tanam hidroponik seperti rockwool, perlite, bermiculite, kerikil, hydroton, arang sekam, dan cocopeat.

Cara Menanam Hidroponik Sederhana

Menanam tanaman dengan menggunakan sistem wick sangatlah mudah untuk pemula. sehingga siapa saja bisa membuatnya. Bahan-bahan yang kita gunakan juga banyak kita jumpai. Sistem wick ini juga menjadi salah satu cara mengolah sampah plastik khususnya botol bekas air mineral.

Mengutip dari Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat PNP 2(2), berikut ini cara membuat tanaman tersebut sistem wick.

1. Mempersiapkan alat dan bahan

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat hendak membuat hidroponik sederhana yaitu mempersiapkan alat dan bahan. Wick system membutuhkan beberapa lat dan bahan seperti berikut ini:

  • Botol air mineral bekas ukuran 600 ml.
  • Gunting, pisau, atau cutter.
  • Sumbu kompor, kain bekas, atau kain flanel yang kita gunakan untuk mengalirkan nutrisi.
  • Bibit tanaman.
  • Media tanam rockwool.
  • Nutrisi pupuk AB Mix.
  • Air
  • Paku

2. Membuat sistem wick

Cara menanam hidroponik selanjutnya yaitu dengan membuat sistem wick itu sendiri. Adapun caranya sebagai berikut.

  • Botol bekas air mineral 600 ml kita potong menjadi dua bagian.
  • Pada bagian atau (didekat leher botol) kita lubangi dengan menggunakan paku yang telah kita panaskan.
  • Pada bagian tutup botol juga kita lubangi dengan lubang menyesuaikan sumbu yang akan kita gunakan pada sistem hidroponik ini.
  • Masukkan sumbu ke lubang tutup botol.
  • Pasang bagian atas botol dengan arah terbaik.
  • Masukkan media tanam hidroponik pada bagian atas botol dan isi bagian bawah botol dengan air.
  • Nantinya air yang ada pada bawah botol akan terserap oleh sumbu kompor dan membasahi media tanam yang ada di atasnya.

3. Memilih benih hidroponik

Tahapan selanjutnya yaitu memilih benih hidroponik. Jenis budidaya yang biasanya kita budidayakan dengan sistem hidroponik yaitu tanaman hortikulura.

Beberapa tanaman tersebut antara lain sayur, buah, bunga, tanaman hias, tanaman obat-obatan, tanaman pertamanan, dan lain sebagainya.

4. Penyemaian benih

Benih tanaman bisa Anda beli di toko pertanian. Namun benih tersebut sebaiknya jangan langsung kita tanam menggunakan sistem tersebut. Alangkah lebih baiknya jika Anda menyemai terlebih dahulu benih tanaman tersebut.

Langkah untuk menyemai benih yang menjadi bagian dari cara menanam hidroponik seperti berikut.

  • Potong media tanam (rockwool) ukuran 2,5 x 2,5 cm.
  • Basahi media tanam dengan cara mencipratkan air atau menyemprot air pada atas permukaan media tanam tersebut.
  • Buat lubang pada tengah media dengan kedalaman kurang lebih 2 mm.
  • Masukkan benih ke dalam lubang tersebut.
  • Tutup dengan plastik hitam lalu simpan pada ruangan gelap.
  • Setelah 1 – 2 hari lihat hasil persemaian.
  • Kemudian buka plastik dan letakan pada bawah cahaya matahari langsung.
  • Jemur setiap hari dan siram media tanam apabila sudah kering.
  • Apabila sudah muncul daun sejati, maka bibit sudah bisa kita pindahkan ke tempat tersebut.

5. Menyiapkan larutan nutrisi

Meskipun sistem wick merupakan cara budidaya dengan botol yang sederhana, namun larutan nutrisi tetap harus kita perhatikan.

Nutrisi yang kita butuhkan dalam hidroponik dikenal dengan nama AB Mix.

Larutan ini sudah banyak ada pada toko pertanian. Jika nutrisi dalam bentuk serbuk, maka nutrisi harus terlebih dahulu kita larutkan.

Campurkan larutan A dan B dengan air bersih. Dosis yang bisa kita gunakan yaitu setiap 5 ml larutan A dan B kita campur dengan air sebanyak 1 liter.

6. Proses pindah tanam

Untuk proses pindah tanam bisa kita lakukan dengan cara berikut ini.

  • Siapkan media hidroponik.
  • Larutkan nutrisi pada bagian bawah botol.
  • Pindahkan rockwool yang berisi bibit tanaman.
  • Letakan bibit terletak di bagian atas media yang sudah kita pasang sumbu.
  • Pasangkan bagian atas dan bawah perangkat hidroponik.
  • Terakhir, tanaman hidroponik dengan sistem wick sudah selesai.

7. Merawat tanaman

Cara menanam hidroponik selanjutnya yaitu melakukan perawatan tanaman.

Tahapan perawatan yang bisa kita lakukan yaitu pemberian nutrisi tambahan, perawatan hama dan patogen tanaman, melakukan penyiraman, dan perawatan lainnya.

 

8. Panen

Tahapan terakhir dari budidaya hidroponik sistem wick yaitu penen. Kegiatan ini tergantung dari jenis tanamannya. Umumnya, tanaman tersebut berumur pendek sekitar 30 – 45 hari.

Cara panen yang bisa kita lakukan juga sesuai dengan jenis tanamannya. Bisa dengan cara memotong bagian atas tanaman atau mencabut tanaman tersebut.

Itulah cara budidaya hidroponik secara sederhana untuk para pemula. Hidroponik dengan sistem wick ini bisa kita praktikan di rumah dan bisa kita tempatkan pada area yang sempit. Sebab perangkat tersebut ini dapat juga kita tempelkan pada dinding rumah. (Yan)

Sumber : Katadata.co.id

  • Bagikan