Mitos Manfaat Tali Pocong Yang Menyeramkan dan Meresahkan

  • Bagikan
mitos tali pocong
Pocong memang kerap kita pandang sebagai hantu paling menyeramkan pada seluruh penjuru nusantara sebagian besar orang indonesia pasti tahu/Foto: Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM — Saat mendengar pocong, sebagian besar orang pasti ngeri atau merasa bulu kuduknya langsung berdiri. Bagaimana tidak, pocong memang kerap kita pandang sebagai hantu paling mengerikan pada seluruh penjuru nusantara.

Meski pada kenyataannya, semua umat muslim yang meninggal pasti akan kita kubur menggunkan kain kafan dengan wujud pocong.

Pocong memang tak pernah lepas dari mitos-mitos yang berbau mistis. Bahkan, rumornya tali pengikatnya saja kita percaya memiliki banyak manfaat dan khasiat.

Mungkin kamu juga pernah mendengar beberapa mitos atau cerita tentang tali pocong seperti Asihan Ajian Semar Nangis.

Bikin mayat gentayangan

Manfaat Tali Pocong, Mitos ini mungkin sudah banyak kita dengar sejak belasan sampai puluhan tahun lalu. Berawal dari melejitnya sinetron  tanah air ‘Jadi Pocong’ yang pernah tayang pada televisi nasional.

Menceritakan tentang Film Pocong Mumun yang jadi hantu pocong gentayangan karena saat menguburnya, tali pada kepalanya tidak dibuka ikatanya.

Sebagian besar orang percaya dengan mitos tersebut dan orang-orang berpendapat, jika tali pocong yang tidak kita lepas menyebabkan hantu mayat tidak bisa terlepas juga.

Hal itu membuatnya menjadi bergentayangan hingga 40 hari pada sekitar kampungnya dan meminta tolong kepada warga sekitar agar bersedia melepaskan tali pocongnya.

Bikin kebal bacok

Manfaat Tali Pocong, Terdapat mitos ini juga datang dari penjuru tanah Jawa. Konon, bila tali pocong memiliki khasiat sebagai jimat yang membuat orang jadi kebal dari serangan senjata tajam maupun senjata api.

Menurut salah seorang ahli supranatural Semarang di Jawa, sejatinya bukan jimat tali pocong tersebut yang membuat seseorang menjadi kebal terhadap senjata tanjam dan senjata api. Tetapi adanya ilmu sihir yang terkoneksi dengan mediasi Tali Pocong.

Sementara itu juga, tali pocong tersebut hanya salah satu syarat untuk mendapatkan ilmu dari sang guru atau dukun.

Para guru sihir dan dukun biasanya memang meminta atau syarat para murid-muridnya untuk memenuhi syarat tertentu, termasuk berhubungan dengan sang mayat maupun mencuri atributnya.

Jimat pesugihan

Manfaat Tali Pocong, Sampai zaman modern saat ini, mitos tentang pesugihan memang masih santer terdengar pada seantero nusantara. Terlebih, di penjuru negeri ini masih banyak kalangan yang mengalami himpitan terhadap ekonomi.

Banyaknya kasus kenaikan harga sandang dan pangan yang tak berimbang dengan bertambahnya upah, menjadi pendorong sebagian orang untuk memilih jalan pintas mendapatkan kekayaan demi menompang ekonomi mereka.

Dan pesugihan tali pocong konon salah satu paling banyak oleh para dukun manfaatkan maupun paranormal pada seluruh nusantara.

Konon, pesugihan tali pocong juga tidak membutuhkan tumbal hewan maupun lainnya, hanya butuh keberanian diri untuk menggali makam orang yang baru saja meninggal beberapa hari dan mengambil seluruh tali pocongnya sebagai syarat-syarat yang dukun minta maupun paranormal.

Kasus demikianpun sempat membuat heboh dan tidak aman. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang mencoba membongkar makam kerabat sendiri demi membuktikan hal-hal tersebut.

Benar saja, mayat yang baru meninggal beberapa hari yang terkubur sudah kehilangan talinya pocongnya.

Memiliki kekuatan mistik

Manfaat Tali Pocong, Belum habis mitos tentang pesugihan tali pocong, muncul lagi kepercayaan lainnya, bahwa mayat yang meninggal pada hari Selasa Legi (kalender jawa), memiliki kekuatan mistik yang sangat kuat, menjadi rebutan bagi orang-orang yang berburu tali pocong.

Itulah sebabnya sebagian kerabat yang meninggal pada selasa legi tersebut akan berjaga bergantian pada kuburan orang yang meninggal tersebut.

Tindakan tersebut untuk melindungi jasad si mayat agar tidak rusak atau hilang oleh oknum maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tali pocong mayat yang meninggal pada hari Selasa Legi sendiri mereka percaya bisa mereka gunakan sebagai jimat bagi yang memilikinya.

Sebelum penjagaan keluarga perketat bagi yang meninggal pada hari selasa legi, telah banyak meninggalkan kasus-kasus, yang mana para pencuri tali pocong meninggalkan kuburan dengan kondisi berantakan.

Sebagai media pelet

Perihal banyaknya kasus tali pocong yang hilang pada seantero nusantara , itu memang bukan mitos atau isapan jembol semata. Tindakan tersebut berulang kali santer terjadi pada penjuru negeri ini.

Bahkan, kesaksian juga pernah Agus Iswahyudi berikan , Seorang mantan pencari ilmu hitam yang telah mengakui, bahwa ia  pernah mengumpulkan hingga 29 tali pocong.

Puluhan helai tali pocong tersebut ia rawat dengan memberi sesaji, minyak dan lain-lainya.

Ilmu hitam yang ia milikinya memang membuat sangat bahagia, karena koleksi tali pocongnya tersebut, bisa berguna untuk menggaet banyak wanita cantik yang ia inginkan.

Pada sisi lain, ia juga merasa tersiksa sekali. Karena, Agus merasa selalu dikejar sesuatu yang tidak ia ketahui darimana asalnya.

Nyatanya, bukan hanya hantu pocong saja yang sukses meresahkan masyarakat di negeri kita.

Tingkah laku manusia yang percaya dengan mitos tali pocong juga sangat merepotkan aspek banyak orang dan masyarakat. (Yan)

Sumber : Juraganmumut

  • Bagikan