Menkeu: Mulai Tahun Depan RI Bakal Andalkan Pembiayaan Non Utang

  • Bagikan
sri mulyani
Menkeu: Sri Mulyani menyatakan sumber pembiayaan non-utang bakal menjadi andalan pada tahun depan. meliputi : Saldo kas, BLU, SAl dan (SiLPa)/ Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan sumber pembiayaan non utang bakal menjadi andalan pada tahun depan. Pembiayaan itu meliputi saldo kas badan layanan umum (BLU), saldo anggaran lebih (SAL), dan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPa).

Sri Mulyani, mengaku bakal mengoptimalkan sumber pembiayaan dari dalam negeri. Ia memproyeksikan pada tahun depan akan banyak sentimen negatif luar yang bakal memicu gejolak pasar global.

Jika harus menarik pembiayaan dari lelang surat utang negara

Menkeu, Menyebut bahwa pelaksanaan lelang bakal secara hati-hati dengan timing (waktu) sesuai dinamika pasar.

“Kita akan mengandalkan sumber pembiayaan non utang, seperti saldo kas BLU, SAL dan SiLPA dan tentu kita terus koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan otoritas terkait,” imbuh dia pada keterangan pers daring, Senin (29/11).

Kondisi Yang Tidak Menentu

Selanjutnya, Sri Mulyani membeberkan beberapa kondisi global yang harus siaga meliputi varian baru omicron covid-19, tingginya inflasi yang berdampak pada harga konsumsi.

Kemungkinan tapering The Fed, lonjakan harga komoditas, serta ketegangan geopolitik.

“Kita akan terus jaga pembiayaan secara hati-hati karena tahun depan seperti kami sampaikan, terjadi beberapa dinamika global yang harus kita waspadai,” jelasnya.

Selain itu, ia menyatakan pemerintah juga bakal mengoptimalkan pendapatan sumber daya alam (SDA) di tengah kenaikan harga komoditas. Lalu, memperluas penerimaan basis perpajakan lewat Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Rincian untuk tahun depan pendapatan negara sesuai dengan UU APBN kita tetapkan sebesar Rp1.846,1 triliun yang terdiri dari sisi perpajakan Rp1.510 triliun ujarnya.

Sementra itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp335,55 triliun, dan hibah Rp600 miliar.

Selanjutnya, Untuk belanja tahun depan sebesar Rp2.714 triliun.

Dengan rincian belanja pemerintah pusat Rp1.944,5 triliun dan anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp769,6 triliun. (Yan)

Sumber : cnnindonesia

 

 

  • Bagikan