Berikut Sejumlah Kebiasaan Agar Tidak Gampang Lupa

  • Bagikan
lupa
Lupa jadi persoalan hampir semua orang, memerlukan kebiasaan baik untuk terus melatih otak agar informasi yang kita terima terus 'menempel'/Foto: Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM — Lupa sepertinya jadi persoalan hampir semua orang. Lupa nama orang padahal baru beberapa menit berkenalan. Terlambat ke kantor gara-gara lupa meletakkan kunci motor.

Persoalan lupa ini terkesan sepele tetapi dampaknya begitu besar. Rasanya tidak ada pil yang akan membantu kinerja otak jadi cemerlang secara instan.

Justru Anda memerlukan kebiasaan-kebiasaan baik untuk terus melatih otak agar informasi yang kita terima terus ‘menempel’ dan bisa kita gunakan sewaktu-waktu.

“Menggunakan apa yang Anda ingat (mengkombinasikan ingatan dengan pengetahuan lain untuk membentuk ide baru dan untuk menentukan pilihan) itu lebih sehat, dari akan meningkatkan kualitas hidup dibanding cemas soal kemampuan mengingat,” ujar Jennifer Zientz, kepala layanan medis Center for BrainHealth di University of Texas, seperti mengutip The Healthy.

Apa saja kebiasaan baik agar tidak gampang lupa?

1. Buat Rutinitas

Kata ‘rutinitas‘ memiliki kesan buruk karena berasosiasi dengan rasa bosan. Padahal rutinitas akan membebaskan otak untuk mengingat informasi baru dan penting tanpa harus membuang waktu untuk mengingat informasi yang seharusnya sudah tertata.

Zients berkata rutinitas akan membantu orang mencapai efisiensi. Jika Anda menyimpan kunci rumah di tempat yang sama terus-menerus maka otak tak perlu repot-repot memanggil informasi terkait lokasi penyimpanan karena Anda meletakkannya sembarangan.

“Efisiensi dalam aktivitas sehari-hari melatih membebaskan waktu dan kekuatan otak untuk hal-hal yang lebih bermakna dalam hidup kita,” imbuhnya.

2. Tak perlu ‘Multitasking’

Tidak heran Anda jadi sering lupa karena perhatian terpecah pada banyak hal. Sandra Bond Chapman, pendiri dan direktur Center for BrainHealth, mengatakan kemudahan akses membuat orang terpapar aneka informasi nyaris tanpa henti.

Makin banyak informasi yang dikonsumsi sekaligus, informasi yang diserap justru akan makin sedikit. Sebenarnya, saat informasi yang diserap lebih sedikit maka Anda lebih bisa menangkap makna, mengembangkan pengetahuan dan membangun jaringan otak.

“Hal pertama yang harus kita semua lakukan adalah menyimpan ponsel dan berhenti multitasking,” ujarnya.

  • Bagikan