Mari Kita Kenali Cara Penularan Tipes dan Pencegahan

  • Bagikan
penyakit tipes
Tipes atau tifus merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella thypi, berikut cara penularan tipes dan pencegahannya/Foto: Istimewa

SULAWESI, INDOtayang.COM — Tipes atau tifus merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella thypi. Berikut cara penularan tipes dan pencegahannya.

Tipes biasanya menular dari tungau, kutu yang membawa bakteri tersebut. Penyakit ini juga identik dengan penyakit yang muncul karena kurangnya kebersihan.

Namun penyakit ini juga masih bisa menyebar di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk atau ditularkan oleh hewan yang terinfeksi.

“Penyakit ini jalurnya lewat makanan kotor atau yang terkontaminasi. Ini adalah penyakit yang pure disebabkan karena makanan atau oral,” kata Nella Suhuyanly, dokter penyakit dalam dari OMNI hospital, Maret lalu.

“Ada juga yang kambuhan atau yang kita sebut paratifus. Ini terjadi saat tubuh sudah terinfeksi tapi tak langsung menyebabkan penyakit. Dan penyakit baru muncul ketika kelelahan dan daya tahan tubuh menurun,” imbuhnya.

Cara Penularan Tipes

Sebagaimana dilansir Mayo Clinic, kebanyakan orang tertular bakteri tifus saat mereka bepergian. Setelah mereka terinfeksi, mereka dapat menyebarkannya ke orang lain melalui rute fekal-oral.

Ini berarti Salmonella typhi ditularkan dalam tinja dan kadang-kadang dalam urin orang yang terinfeksi.

Jika Anda makan makanan yang telah ditangani oleh seseorang yang menderita demam tifoid dan yang tidak mencuci dengan hati-hati setelah menggunakan toilet, Anda dapat terinfeksi.

Selain itu, cara penularan tipes juga dapat terjadi karena meminum air yang terkontaminasi.

Bakteri juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi.

Setelah pengobatan antibiotik, sejumlah kecil orang yang sembuh dari demam tifoid bahkan terus menyimpan bakteri.

Orang-orang ini, yang kita kenal sebagai pembawa kronis, tidak lagi memiliki tanda atau gejala penyakit itu sendiri.

Namun, mereka masih mengeluarkan bakteri dalam kotorannya dan mampu menginfeksi orang lain.

  • Bagikan